Empat agen kecerdasan buatan berbasis model Gemini 4 Argon berhasil menamatkan permainan Minecraft dengan mengalahkan bos terakhir Ender Dragon secara otonom. Eksperimen Google DeepMind itu berlangsung tanpa bantuan manusia selama permainan berjalan.
Penelitian dilakukan tim yang antara lain beranggotakan Maxence Faldor, Satinder Singh, dan Roberta Raileanu. Makalah pracetaknya diterbitkan di arXiv pada Kamis 15 Oktober 2026 dan diberitakan Kompas.com pekan ini.
Menulis Ribuan Program Sendiri
Para agen mengendalikan karakter lewat pustaka sumber terbuka Mineflayer. Sepanjang permainan mereka menulis dan menjalankan 2.783 program JavaScript untuk bergerak, membuat peralatan, dan bertahan hidup.
Keempat agen dibantu satu agen pemantau dan saling bertukar 229 pesan lewat obrolan dalam game dan memori bersama. Mereka membagi tugas sendiri, mulai dari mengumpulkan makanan, menyalakan portal, sampai menyiapkan pertarungan akhir.
Dunia permainan dibuat acak dengan mode Survival tingkat kesulitan Easy. Total waktu penyelesaian mencapai 27 jam 14 menit, dengan 605 kali karakter mati di dalam game dan sekitar 22 persen program sempat gagal dijalankan.
Uji Agen untuk Tugas Panjang
Eksperimen ini menguji kemampuan agen AI umum dalam merencanakan dan berkoordinasi pada tugas panjang yang berkesinambungan. Kemampuan itu dinilai penting karena agen masa depan diharapkan bekerja mandiri dalam waktu lama, bukan sekadar menjawab perintah tunggal.
Google DeepMind menyatakan ini adalah penyelesaian Minecraft dari awal sampai akhir pertama oleh agen AI yang hanya memakai pustaka Mineflayer standar. Penyelesaian itu dicapai tanpa peta yang disiapkan manusia atau alat khusus permainan, dengan biaya token sekitar 520 dollar AS pada tarif standar.


