Nvidia memenangkan kontrak pasokan unit pemrosesan pusat atau CPU dari Modal, perusahaan rintisan komputasi awan asal New York. Modal akan memakai CPU Vera buatan Nvidia untuk menjalankan agen AI setelah sebelumnya hanya mengandalkan chip Intel dan AMD.

Dalam pengujian awal, Modal menemukan Vera mampu menggandakan pekerjaan yang dapat diselesaikan agen AI dibanding chip Intel dan AMD yang dipakai saat ini. Hasil itu menjadi alasan utama perusahaan memilih CPU Nvidia.

Chief Executive Modal Erik Bernhardsson mengatakan perusahaannya akan tetap memakai armada chip campuran. Menurutnya, chip terbaru dari Intel dan AMD masih berpeluang memperkecil jarak kinerja.

Vera adalah CPU pusat data generasi baru yang dirancang Nvidia untuk pabrik AI. Produk ini memperluas langkah Nvidia ke luar pasar unit pemrosesan grafis atau GPU yang selama ini menjadi kekuatan utamanya.

Nvidia menyebut OpenAI, Anthropic, dan Oracle juga berencana memakai Vera. Modal sendiri baru menghimpun pendanaan 750 juta dollar AS dengan valuasi 15,75 miliar dollar AS.

Pemakaian Vera oleh Modal menjadi sinyal awal bahwa Nvidia mulai menantang dominasi Intel dan AMD di pasar CPU server. Persaingan chip untuk beban kerja agen AI diperkirakan makin ketat.